Minggu, 03 Juli 2011

yolayolayolay!!


Saat menaik-turunkan penumpang, kenek bus berteriak ‘yolayolayolayola!’ #deg #clingakclinguk #nggakada

Kalau sudah waktunya berangkat tapi yang lain masih berleha-leha, si mas akan berseru ‘yolayolayolayolayola!’ #deg #koktau #pura2budeg

Ternyata ‘yola’ adalah kependekan dari ‘ayolah’. Mungkin kata benda tadi harus sering dipraktekkan sebagai kata seru dan ajakan agar lebih mudah :P 

Yolayola kita berlibur ke Honolulu, kawan!

asal quote

"Andai hati punya zebra cross pasti banyak yang lewat secara males naik tangga penyebrangan."

Outline Skripsi Khayalan (bab 1)


DISUSUN OLEH:
ADUHAI MANGGALAU SCHAJA


BAB 1
Pendahuluan


1.1 Latar Belakang Masalah
                Ketiadaan komunikasi yang terjadi antara kita periode Juni – Agustus 2011, membuat kita harus ekstra keras memendam kata-kata dan perasaan masing-masing. Di sini gengsi sangat berperan penting. Bahkan kita urung menyapa lewat SMS, sambungan telepon atau ‘bersenggolan’ di dunia maya hanya karena gengsi dan takut tak berbalas.
                Berdasarkan hasil riset dan pengambilan data di inbox telepon genggam, Facebook, maupun Twitter, tercatat tidak lebih dari 0 (nol) pesan yang aku terima darimu. Sedangkan bila dilihat dari jumlah pesan di saved massage, ada lebih dari 10 (sepuluh) pesan yang sudah ku rangkai tapi urung aku kirim. Selain itu, setelah melihat lebih jauh ke riwayat twit dan status-status akun facebook-ku ada ribuan kode dan puluhan mention tak berbalas olehmu.
               
1.2 Perumusan Masalah
Dari keterangan di atas, maka tersusun identifikasi masalah sebagai berikut:
1. Apakah yang menjadi alasan dan pertimbanganmu untuk tidak berkomunikasi denganku?
2.Apa yang menjadi tujuan utama dirimu tidak membalas dan menggubris semua bentuk kehadiranku?
Berdasarkan uraian masalah diatas maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut: Bagaimana strategi komunikasi dalam pengelolaan konflik yang kamu gunakan terhadap diriku dan mau dibawa kemana hubungan kita?

1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk memahami lebih dalam strategi komunikasi yang kamu gunakan selama periode Juni – Agustus 2011 dalam hal pengelolaan konflik yang terjadi setelah perbincangan kita di SMS malam itu. Bila strategi dan pola-pola komunikasi itu telah terungkap, aku berharap dapat mengetahui arah hubungan kita ke depannya.

1.4 Manfaat Penelitian
Penelitian ini nantinya akan memberikan manfaat praktis berupa masukan bagi manajemen pengembangan hubungan dan hati kita berdua sehingga kita dapat memperbaiki kesalahan masing-masing dan tidak mengulanginya di lain waktu agar tidak terjadi miskomunikasi lagi. Selain itu, dari penelitian ini akan terungkap adanya pengayaan pengetahuan hati berdasarkan teori pesan.

Minggu, 17 April 2011

Sirsak dan Kanker

pic taken from here
Sirsak : Hi, cancer. Kamu suka aku apa kemo?
Kanker : Sirsak? kemo? sirsak apa kemo ya? *ababil*
Kemo : Songong lu, ker. Dari dulu kan cuma gue yang cocok buat lo.
Kanker : Itu kan dulu. Sekarang gue nemu sirsak yang lebih cocok dan aman buat gue. Eh, maksudnya bukan buat gue tapi buat yang punya tubuh ini. Gue kan cuma numpang.
Kemo : Lebih hebat dari gue getoooh?
Kanker : eh, bukannya gue mau ngebanding-bandingin ya, mo. Maap-maap aja nih. Tapi emang iya bener, dia lebih hebat dari lo. Lebih macho, lebih sensitif, dan yang penting lebih tua. Nih ya, gue kenalin aja langsung.
 
Sumpah, ini prolog yang nggak penting banget. Abaikan jika perlu. Tapi semoga bab pembahasan dibawah ini berguna ^tring^


Bicara soal kehebatan buah sirsak atau graviola, sebenarnya telah lama dilaporkan lembaga-lembaga penelitian di AS. Health Sciences Institute, AS, pada awal tahun 2000 mengungkapkan, buah yang dalam Spanyol disebut graviola itu memiliki kemampuan sebagai pembunuh alami sel kanker, bahkan hingga 10 ribu kali lebih kuat dari kemoterapi yang menggunakan zat kimia.

Selain menyembuhkan kanker, buah sirsak juga berfungsi sebagai antibakteri, antijamur, dan efektif melawan berbagai jenis parasit atau cacing. Sirsak juga efektif menurunkan tekanan darah tinggi, depresi, stres, dan menormalkan kembali sistem saraf yang terganggu.

Penelitian Health Sciences Institute diambil berdasarkan kebiasaan suku Indian yang hidup di hutan Amazon. Beberapa bagian dan pohon ini, seperti kulit kayu, akar, daun, daging buah, dan bijinya, selama berabad-abad dijadikan obat oleh suku bangsa itu. Graviola atau sirsak diyakini masyarakat Amazon sebagai obat sakit jantung, asma, gangguan fungsi lever (hati), dan rematik.

The National Cancer Institute telah melakukan penelitian terhadap graviola sejak tahun 1976. Uji coba itu dilakukan di 20 laboratorium independen yang berbeda di bawah pengawasan The National Cancer Institute.

Sirsak hanya memburu sel jahat
Di Asia, penelitian serupa dilakukan di Korea Selatan. Suatu studi yang dipublikasikan dalam the Journal of Natural Products menyatakan, studi yang dilakukan di Catholic University di Korea Selatan menyebutkan bahwa salah satu unsur kimia bernama annonaceous acetogenin yang terkandung di dalam graviola, mampu memilih, membedakan, dan membunuh sel kanker yang berkembang di usus besar.

Penemuan yang mencolok dari studi tersebut adalah bahwa zat antikanker itu juga mampu menyeleksi dan membunuh hanya sel jahat kanker, sedangkan sel yang sehat tidak tersentuh.

Bandingkan dengan kemoterapi, yang selama ini digunakan untuk mengobati penderita kanker yang tidak bisa membedakan sel kanker dan sel sehat. Sel-sel reproduksi (seperti lambung dan rambut) dibunuh habis dalam kemoterapi. Dampaknya, timbul efek negatif berupa rasa mual, rambut rontok, dan penurunan berat badan secara drastis.

Selain itu, keampuhan buah sirsak adalah melindungi sistem kekebalan tubuh dan mencegah infeksi yang mematikan. Dampaknya bagi penderita kanker adalah energi mereka semakin meningkat dan penampilan fisik semakin membaik.

Cara Konsumsi
Di Indonesia, sirsak sebagai obat alami juga sudah lama dikenal. Dosis yang pernah dicoba para terapis herbal untuk mengatasi pertumbuhan sel kanker adalah 10 helai daun sirsak yang telah hijau tua direbus dengan 3 gelas air (600 cc), dan dibiarkan hingga tersisa satu gelas air (200 cc). Setelah dingin, lalu disaring dan airnya diminum setiap pagi (ada beberapa pasien yang minum pagi-sore).

Efek dari konsumsi rebusan daun sirsak adalah perut terasa hangat atau panas, lalu badan akan berkeringat deras. Perlu dipahami bahwa penggunaan ramuan herbal tidak berkhasiat langsung atau cespleng alias sembuh seketika seperti efek yang ditawarkan obat kimia. Artinya, butuh kedisiplinan untuk minum ramuan selama 3-4 minggu.

Setelah itu, efeknya baru bisa dirasakan dan itu pun belum bisa diuji secara ilmiah, lebih mengandalkan testimoni atau pengakuan empiris.


Selain sirsak, ternyata masih banyak lagi tumbuhan dan buah-buahan yang diketahui memiliki efek anti kanker, seperti:
1. Tomat diketahui dapat mengobati kanker prostat, dengan cara mengonsumsi tomat yang sudah direbus.
2. Cabe merah diketahui dapat mencegah kanker usus besar jika dikonsumsi dalam jangka waktu lama.
3. Biji anggur juga diketahui memiliki senyawa anti kanker, karenanya kalau mengonsumsi anggur cari yang memiliki biji dan makan bersama kulitnya.
4. Daun sirih merah diketahui sebagai anti kanker payudara dengan cara direbus.
5. Temulawak diketahui memiliki zat aktif cursil yang bersifat sebagai anti inflamasi, anti liver dan juga anti kanker.


Saya belum pernah nyoba, sih. Tapi ibu saya udah mulai rajin mengkonsumsi air rebusan daun sirsak ini walaupun belum ada diagnosa kanker. Air rebusannya nggak berasa pait kok. Cuma ya emang beda sama air putih. Kabar-kabar dari kerabat yang pernah divonis kanker dan mencoba resep ini meyakinkan. Jadi, ya apa salahnya dicoba :D



sumber: ini dan itu

Kamis, 03 Maret 2011

SM*SH into You

Ada dua anak SD lagi browsing di warnet sambil ngegosip. Padahal mereka cowok lho.

Anak 1 : Anggota SM*SH rumahnya gede-gede tau

Anak 2 : Emang iya?

Anak 1 : Iya laaah. Mereka kan emang aslinya kaya. Rumahnya gede-gede

Anak 2 : Emang lo udah pernah ke rumahnya?

Anak 1 : Yaaaa liat di gossip laaaah

Saya dalem ati : Ah, gossip itu sih.hihihihi

Nggak tau apa yang menarik dari percakapan mereka. Tapi kasian aja deh, anak-anak SD ini nontonnya acara gossip. Padahal udah mulai banyak acara anak yang berkualitas. Ikutan emaknya kali yeee… Eh setelah diliat-liat ternyata mereka browsing foto-foto boyband SM*SH dan donwnload mp3 juga video klipnya beserta liriknya. Aduhaaaiiii… Lamun ieu barudak awewe sih saya maklum yak *sundangasal* eh tapi ini kan cowok-cowok. Terus kenapa? Ya, nggak pa-pa siiih. Ini salah satu bukti bahwa SM*SH bagi kaum adam bukan cuma bahan ceng-cengan. Lagunya enak dan menginspirasi buat joget kaaaaan? Hayo ngakuuuuu :P

Kamis, 24 Februari 2011

Dua Sisi


Media Monkey - taken from here
Jadi inget materi kuliah. Hehehe… Tapi ini bukan tentang teori dampak media kok. Jadi, ga bakalan berat walaupun ngomongin berita rasanya berat buat saya. Kalo ngomongin orang baruuuu enak tapi berat di dosanya. Hahaha…

Sooo… tau lah ya pemberitaan media akhir-akhir ini. Bad news is good news untuk awak media, bukan begitu? Tapi bad news akhir-akhir ini benar-benar membuat saya berniat menutup mata, hati, dan telinga. Mulai dari kerusuhan Cikeusik, Temanggung, PSSI, runtuhnya monarki yang berturut-turut, dsb. Sigh… Rasanya udah cape, butuh angin segar, butuh berita baik, tapi adanya begitu. Nggak bisa ditolak, harus dihadapi. Mau nggak peduli tapi itu kenyataan hidup. Lebih baik hidup di dunia nyata kan daripada dicekokin mimpi-mimpi gombal *halah*

Tapi kata siapa berita-berita itu juga kenyataan? Maksudnya, nyata keadaannya seperti yang diberitakan. Semua hal punya dua sisi. Mana yang disorot media dan mana yang ditutupi, kita nggak tau. Itu pilihan media. Tapi kita punya hak untuk tau dan memilih untuk lebih percaya sisi yang mana.

Misalnya, pemberitaan seputar pergolakan di Libya. Yang saya tau, monarki itu kesannya kejam. Di berita pun terlihat seperti itu. Tapi saya juga tau kalau Amerika suka menyebarluaskan demokrasi. Jujur, saya emang nggak ngikutin beritanya tapi cukuplah kesan 'seram' Khadafi dan berantakannya Libya. Nah, beberapa jam yang lalu pandangan saya tentang Libya sedikit berubah karena nemu artikel ini di kaskus.us. Wajib dibaca, menurut saya, agar persepsi kita semakin kaya dan agak bisa sedikit mengkritisi pemberitaan selama ini. Kurang lebih isinya adalah klarifikasi keadaan selama pergolakan di Libya oleh dua (CMIIW) mahasiswa Indonesia yang kuliah disana. Ternyata, alun-alun Tripoli tidak sehancur yang diberitakan, isi pidato Khadafi ada yang disalah artikan, dan banyak kenyataan lain yang seharusnya kita ketahui.

Itu baru tentang Libya. Entah dengan topik-topik lainnya. Apakah ada sisi lain yang tidak diangkat demi kepentigan pihak-pihak tertentu? Saya bukan bermaksud mengajak su'udzon. Tapi cobalah untuk tidak bereaksi sebegitu hebatnya hanya berdasarkan informasi dari satu atau dua sumber. Banyak yang harus di-compare agar pandangan kita bisa berimbang. Baik-buruk, benar-salah, kiri-kanan, semuanya relatif. Tergantung menurut siapa.

Tapi kalau udah keburu pusing dan bingung untuk melihat kemana, tutup mata, hati, dan telinga sebentar nggak masalah kali ya. Kan begitu buka mata udah fresh lagi tuh. Asal jangan kelamaan nutupnya, nanti pelanggan kabur *dikira warung?!* Halah…. Tuh kan, saya nggak bisa ngomongin berita lama-lama. Cukup sekian, ya. Mau ngomongin orang dulu :P

Rabu, 23 Februari 2011

Adikku… Cupcup muah

Omongan anak kecil itu entah kenapa kadang nyelekit karena terlalu polos atau karena niruin omongan orang tua yang emang bener. Seperti adik saya yang akhir-akhir ini punya pendapat sendiri soal mencari pasangan.

Contoh pertama, waktu kita sekeluarga makan malam di luar. Ceritanya ada keluarga lain yang bawa dua anak kecil yang cantik-cantik. Dua-duanya berambut panjang berkilau dan ngegemesin. Iseng-iseng saya tanya. Niatnya mau godain. Soalnya dia paling demen liat anak kecil cantik.

Saya: De, liat deh cewek-cewek yang itu. Yang baju ijo cantik ya.
Adik saya: Iya, cantik, kak.
Saya: Kamu mau ga? *mau apa coba maksudnya?*
Adik saya: Agamanya apa dulu, kak?
 

Beuuuh… ternyata, kriteria pertama kalo mau cari pasangan menurut adik saya adalah se-iman. Okeh, pinter dah. 

Contoh kedua nih ya. Jadi, entah kapan, saya, ibu saya dan adik-adik saya lagi nonton FTV. Tau lah ya yang main akhir-akhir ini kan si ganteng Rio :D Bertanyalah saya ke adik saya yang sok tua itu:

Saya: De, ganteng ya cowoknya
Adik saya: Yang penting solatnya rajin, kak.

Jleb jleb jleb!!! Makasih loh de, udah ngingetin. Padahal itu omongan ibu saya kalo lagi ngomongin calon suami masa depan. Ternyata disimpen juga di otaknya. Bagus.. bagus..

Nah, yang ketiga baru aja kejadian hari ini. Beberapa menit yang lalu, adik saya nyetel lagu Armada yang ada kata-kata 'maau dibaaawa kemanaaa…' Apa tuh judulnya? Tau lah ya. Terjadilah percakapan antara adik saya dan vokalis Armada.

Armada: Tak usah kau tanya lagi siapa pemilik hati ini…
Adik saya: Yaitu Allah
 

Subhanallah! Anak ciapa cih kamyuuuuuu? Unyu… unyuuuu…

Adik saya bisa ngomong begitu mungkin karena lingkungan sekolahnya yang Islami. Mungkin juga karena teman dekatnya, yaitu ibu saya. Sebegitu polosnya anak kecil sehingga apa yang ada di lingkungannya ditiru dan dipraktekkan ke kesehariannya. Dan sebegitu kuat memorinya, apapun yang dia denger itu disimpan baik-baik di otaknya. Jadi, hati-hati bersikap dan berkata kalau di sekitar Anda banyak anak kecil.

*kok jadi serius gini ya?*