![]() |
| Media Monkey - taken from here |
Sooo… tau lah ya pemberitaan media akhir-akhir ini. Bad news is good news untuk awak media, bukan begitu? Tapi bad news akhir-akhir ini benar-benar membuat saya berniat menutup mata, hati, dan telinga. Mulai dari kerusuhan Cikeusik, Temanggung, PSSI, runtuhnya monarki yang berturut-turut, dsb. Sigh… Rasanya udah cape, butuh angin segar, butuh berita baik, tapi adanya begitu. Nggak bisa ditolak, harus dihadapi. Mau nggak peduli tapi itu kenyataan hidup. Lebih baik hidup di dunia nyata kan daripada dicekokin mimpi-mimpi gombal *halah*
Tapi kata siapa berita-berita itu juga kenyataan? Maksudnya, nyata keadaannya seperti yang diberitakan. Semua hal punya dua sisi. Mana yang disorot media dan mana yang ditutupi, kita nggak tau. Itu pilihan media. Tapi kita punya hak untuk tau dan memilih untuk lebih percaya sisi yang mana.
Misalnya, pemberitaan seputar pergolakan di Libya. Yang saya tau, monarki itu kesannya kejam. Di berita pun terlihat seperti itu. Tapi saya juga tau kalau Amerika suka menyebarluaskan demokrasi. Jujur, saya emang nggak ngikutin beritanya tapi cukuplah kesan 'seram' Khadafi dan berantakannya Libya. Nah, beberapa jam yang lalu pandangan saya tentang Libya sedikit berubah karena nemu artikel ini di kaskus.us. Wajib dibaca, menurut saya, agar persepsi kita semakin kaya dan agak bisa sedikit mengkritisi pemberitaan selama ini. Kurang lebih isinya adalah klarifikasi keadaan selama pergolakan di Libya oleh dua (CMIIW) mahasiswa Indonesia yang kuliah disana. Ternyata, alun-alun Tripoli tidak sehancur yang diberitakan, isi pidato Khadafi ada yang disalah artikan, dan banyak kenyataan lain yang seharusnya kita ketahui.
Itu baru tentang Libya. Entah dengan topik-topik lainnya. Apakah ada sisi lain yang tidak diangkat demi kepentigan pihak-pihak tertentu? Saya bukan bermaksud mengajak su'udzon. Tapi cobalah untuk tidak bereaksi sebegitu hebatnya hanya berdasarkan informasi dari satu atau dua sumber. Banyak yang harus di-compare agar pandangan kita bisa berimbang. Baik-buruk, benar-salah, kiri-kanan, semuanya relatif. Tergantung menurut siapa.
Tapi kalau udah keburu pusing dan bingung untuk melihat kemana, tutup mata, hati, dan telinga sebentar nggak masalah kali ya. Kan begitu buka mata udah fresh lagi tuh. Asal jangan kelamaan nutupnya, nanti pelanggan kabur *dikira warung?!* Halah…. Tuh kan, saya nggak bisa ngomongin berita lama-lama. Cukup sekian, ya. Mau ngomongin orang dulu :P

Tidak ada komentar:
Posting Komentar